pagi bermula lagi
sunyi serupa kemarin
langit ditelan kabut
sendiri sendirian
adakah yang kau katakan
sementara aku menyesap sepi
mungkin angin membawanya lalu
berlarian dengan gulungan ombak
serta busa-busa yang keburu lenyap
apakah kau mengucap tanya
mengenai aroma sendu
dari secangkir kopi yang diseduh matahari
atau semua keliru
sebab pagi memang tak pernah benar-benar kembali
hari berhenti
ketika kota kita mati
17 Maret 2014
No comments:
Post a Comment