Sekali lagi kita diterbangkan kemari
Saat rinai gugur kembali
Diuraikannya angin paling sepi
Untuk segala yang belum tergenapi
Kucari dimana surga
Kelam memulas mega
Apakah kita harus selalu berjumpa
Kala sendu merupa senja
Dan apalagi yang dapat dijelaskan
Oleh diam pada sebuah pertemuan
Tapi barangkali kita bisa merahasiakan
Sejenak tentang cara melupakan
Sudah sepantasnya kita mengerti
Mengapa takdir memesankan secangkir kopi
Yang banyak dinanti
Pada dingin di penghujung hari
Aku tahu sejak kali pertama
Hujan harus usai segera
Lantas mari lekas bicara
Mengenai hujan kesekian yang menyemai luka
No comments:
Post a Comment