Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Tuesday, 20 March 2018

Menunggu Lagu

Setiap lagu-lagu berbahasa asing yang tidak Fah pahami artinya berakhir, hatinya senantiasa berdesir. Apakah giliran lagu kesukaannya telah tiba? Ah, bukan. Namun, Fah selalu sabar menunggu. Menanti dengan tenang di sebalik tembok kafe sembari duduk di bangku kayu selebar dua puluh senti yang memanjang sepanjang hampir dua meter. Kadang-kadang sambil merokok, jika Mas Yan memberi rokok. Sembari makan jagung rebus jika Pak Abdul memberi hibah jagung sisa jualan kemarin. Atau sembari tidak melakukan apa-apa.

Saturday, 12 April 2014

Seperti Seharusnya



Dari balik jendela kamar yang separuh terbuka, aku dapat menyaksikan hujan mulai berjatuhan. Bau tanah basah mulai menjamah. Angin berhembus kencang tetapi aku belum ingin beranjak dari tempatku duduk yang persis menghadap jendela. Untuk kesekian kali layar ponselku kembali berkedip. Aku tahu itu bukan tanda ada telepon atau pesan masuk.

*

Seperti yang kuduga, semua berlalu begitu cepat hingga segalanya menjadi terasa tiba-tiba. Ujian kelulusan sekolah menengah atas, tes masuk perguruan tinggi, ospek, perkuliahan, ujian semester, dan tiba-tiba saja aku sudah kehilangan jejakmu. Padahal kau tidak berjalan di belakangku pula di depanku. Kau berjalan di sampingku, seharusnya.

Sunday, 12 January 2014

Pilihan*



Hidup adalah pilihan. Setidaknya begitulah yang sering aku dengar dari banyak orang. Kita bebas menentukan pilihan masing-masing. Memvonis bahwa hidup ini indah, menyenangkan atau hidup ini kejam, menyedihkan. Terserah. Sebab kita sendiri yang menjalani dengan segenap risiko yang mengikuti.
THEME BY RUMAH ES