Sunday, 28 January 2018

Gondola dan Jembatan Hits Pantai Timang

Kerandoman kali ini membuat saya terdampar di pantai Timang yang belakangan lagi hits. Udah cukup lama sih hits-nya, tapi pas zaman SMA dulu rasa-rasanya pantai ini belum up. 

Kalau ngomongin pantai ini, udah pasti hal pertama yang terlintas adalah gondolanya yang ikonik banget. Orang dateng ke pantai ini biasanya emang gegara kepo sama gondolanya, bukan gegara mau main di pasir. Saya sendiri enggak lihat pasir di sini. Ini tipe pantai tebing, mirip pantai Ngobaran. Bedanya, kalau di Ngobaran saya menemukan akses jalan buat orang supaya bisa ke bawah dengan menuruni tebing, sementara di Timang ini enggak.

Penampakan pantainya, cuma lagi mendung. And yes, ini pantai yang dipake syuting Running Man ep. 371.
Pantainya keren, karena punya semacam privat island di seberangnya. Gondola si ikon pantai Timang ini adalah salah satu akses buat ke pulau itu. Iya, salah satu, karena ternyata ada jalan lain biar bisa ke seberang dengan meniti jembatan gantung.


Buat sampai ke pantai ini sebenernya antara mudah dan enggak mudah. Dari Wonosari, akses jalan ke pantai ini udah bagus seperti halnya pantai-pantai lain di Gunungkidul. Jalannya emang agak sempit, tapi udah full aspal kecuali di gang masuk ke pantai Timang ini. Sepanjang 3 km terakhir, jalannya masih kombinasi tanah dan batu (per Oktober 2017 ya). Kerasa banget perjuangannya di situ apalagi jalannya pas lagi licin karena sempat gerimis. Medannya cukup sulit, jadi hati-hati ya. Kalau ke sini pakai motor dan ngerasa horor, jangan ragu buat yang dibonceng turun dulu terutama pas di tanjakan berkelok. Itung-itung sekalian olahraga menuju 2018 yang lebih sehat jasmani dan rohani. Lol.

Di antara 3 km yang sulit itu ada sebagian jalan yang udah dicor sebelas gitu. Tenang.

Dari pos retribusi, pantai Timang udah enggak begitu jauh dan cuma perlu ikutin jalan aja. Tapi gangnya enggak begitu kelihatan, jadi harap melek biar enggak keterusan sampai ke pantai sebelahnya.


Welcome to ... ... ... for running man.

Perjuangan enggak sia-sia, karena pemandangannya emang luar biasa.
Aku sempat baca di sebuah website, kalau tiket masuk ke pantai ini gocap. Tapi menurut pengalaman aku, gratis. Waktu itu aku cuma perlu bayar retribusi dan parkir dengan tarif standar. Yang enggak standar itu tarif gondola sama jembatannya sih menurut aku. Sebagai mahasiswa akhir yang lulus belom, kerja apalagi, tarif PP biar bisa nyeberang ke seberang itu mahal (banget).

Iya, cepek gaes.

Naik gondolanya 150k.
Mungkin karena tarif yang nggak terjangkau itu, makanya foto orang naik gondola sama jalan di jembatan situ lumayan jarang di instagram. Mengingat biasanya kan setiap ada spot keren orang langsung berbondong-bondong menyambangi. Ini disambangi sih, cuma orang kebanyakan masih mikir-mikir juga kalo mau nyoba karena yang horor enggak cuma lintasannya tapi juga ongkosnya.

Ada spot foto lain, tapi bayar juga sih.

Ke situ juga bayar. 


Tapi jangan sedih. Menikmati pemandangan tanpa harus maksain keluar budget berlebih aja udah nyenengin banget. Justru kalo over budget ntar enggak senang juga jatohnya. Kan? Tapi kalo budget-nya longgar ditambah situasinya aman jangan ragu buat cobain. Lee Kwang Soo yang orang Korea aja udah pernah cobain bahkan ngerasain sensasi digebyur air laut karena ombaknya lagi gila. Fyi, istilah "gebyur" ada di KBBI sebagai padanan kata "siram" dan "guyur". Ya, meski di sini kedengeran rada aneh (ya nggak sih? Atau perasaan saya aja?).


Anginnya di sini super. Waspada buat cewek terutama yang berkerudung.


Btw, di sana ada pohon yang buahnya kalo dari bawah kelihatan kayak nanas.

Tapi dari dekat enggak mirip nanas.
Kalau pas di pantai Timang lapar, enggak perlu khawatir karena ada beberapa warung sederhana. Pilihan makanannya tentu aja enggak sebanyak di pantai Baron tapi harga di sini logis.

Pemandangan dari warung.
Jadi gimana, tertarik ke sini?


Sampai ketemu di tulisan alien selanjutnya.
28.1.18



No comments:

Post a Comment

THEME BY RUMAH ES