Sunday, 15 June 2014

Cerita Tanpa Usai





Buat Bapak, yang senantiasa mengajarkan saya bagaimana membaca mata angin.

utara itu pada 0 derajat

Bapak ingat? Apa yang selalu saya tunggu-tunggu saat siang menjelang sore hari? Sewaktu masih di taman kanak-kanak dan awal sekolah dasar saya selalu tidak sabar menunggu Bapak pulang mengajar. Sebab Bapak tidak pernah lupa membelikan buku mewarnai dan majalah anak-anak edisi terbaru.

timur laut, 45 derajat antara utara dan timur

Bapak ingat? Bapak tidak pernah memaksa saya untuk menelan rupa-rupa daging yang tidak pernah bisa saya lakukan. Namun, walau saya menangis, Bapak lebih memilih untuk membuat saya tetap tinggal di rumah daripada berangkat sekolah tanpa sarapan.

Sunday, 8 June 2014

Jatuh Cinta


Pada puisi ini saya pernah jatuh cinta.

Tapi, rasanya sudah lama sekali.



Biar Kuceritakan Pada Senja (Ary Dhamayanti)

Senja
Aku menemuimu lagi selepas hari
Untuk mengadu
Sama seperti kemarin

Biar aku menghadap ke timur saja
Agar mentari tak bisa
Mengintip semu merah di pipiku

Ah senja,
Hari ini aku jatuh cinta



Membacanya membuat saya senantiasa percaya,

bahwa jatuh cinta bahkan seringkali jauh lebih sederhana.




P.S. Saya 'menemukan' puisi ini pertama kali di 
blog.gagasmedia.net beberapa tahun lalu.






THEME BY RUMAH ES