Friday, 6 December 2013

Garis

Kita memang tidak akan pernah berjalan di jalur ya sama selamanya. Sebab kita memang tidak berpijak pada sebuah lingkaran.


Di depan akan selalu ada persimpangan. Dan bukankah kita tidak berjalan mundur?


Aku tidak pernah ingin menahan waktu biar menyimpan masa-masa yang menyenangkan untuk dikenang. Sampai penuh. Hingga tidak ada ruang untuk kisah tentang kenestapaan.


Memang tidak ada yang akan berhenti meski sejenak. Sekalipun aku benar-benar tak ingin bergerak.


Saat bertemu dan bisa menghabiskan waktu denganmu selamanya adalah bahagia, maka bahagia berarti egois.


Kemudian kita sengaja berusaha melupakan apa yang sebenarnya tak tersangkal.


Seperti putri cantik yang pada akhirnya pasti berjodoh dengan pangeran tampan. Setiap pertemuan pun telah digariskan menemui kekasih sejatinya bernama perpisahan.


Pada akhirnya kurelakan pertemuan dan berharap perpisahan tidak pernah mendua dengan melupakan atau dilupakan.



Enam Dua Belas Tiga Belas

No comments:

Post a Comment

THEME BY RUMAH ES