Friday, 28 February 2014

Bukankah Aku


mari menjamu sore

dengan hujan deras di sebelah sana

yang mengirimkan desau risau

angin paling dingin

kesukaan kita

sementara malam diam-diam mengintip

dari balik kelabu

dan kemanakah kau akan pergi?

pulang sebelum hari telah benar petang?

tapi,

bukankah aku ini adalah rumah?


Solo, 27 Februari 2014

Friday, 14 February 2014

Perbedaan antara Durkheim dan Weber (?)

Minggu pertama kuliah, Selasa lalu, akhirnya saya ketemu salah satu dosen baru di semester dua ini. Sebetulnya dalam jadwal ada tiga mata kuliah hari itu, yaitu:

Pendidikan Pancasila
Teori Sastra
Bahasa Belanda

yang kemudian menjadi

Pendidikan Pancasila
Teori Sastra
Bahasa Belanda

Yap, yang dihadiri dosen hanya satu, yaitu mata kuliah Teori Sastra.

Mata kuliah ini diampu oleh dua dosen; yang satu sudah mengajar di semester satu dan yang satunya baru bertemu di semester ini. Untuk pertemuan pertama, keduanya hadir namun yang mengajar adalah dosen baru, dosen satunya hanya mendampingi dari kursi bagian belakang.

Di bagian awal, seperti biasa setelah membicarakan kontrak perkuliahan, buku referensi, dan teman-temannya itu, dosen mulai masuk ke materi kuliah yang diawali dengan pertanyaan apa itu sastra?

Skip, karena saya nggak mau ceramah tentang pengertian sastra. Hehe..

Singkat kata, seperti judul yang saya tulis di atas, saya "dipertemukan kembali" dengan nama-nama yang tentu saja sudah tidak asing lagi di telinga saya. Ya, Durkheim dan Weber.

Slide dengan judul Sastra dan Struktur Sosial mengantarkan saya untuk kembali mengingat dua tokoh itu. Dalam pembahasan bahasa ke dunia sosial dalam slide tersebut tertulis beberapa kalimat yang salah satunya kira-kira begini; bahasa sebagai indikator dari keberadaan realitas sosial yang terlepas dari individu (Durkheim). Saat pembahasan dosen tersebut sampai pada kalimat ini, tiba-tiba beliau bertanya, "Tau kan bedanya Durkheim sama Weber?"

Saturday, 8 February 2014

People Change



Jujur, sebenarnya saya tidak terlalu suka melihat konser. Namun, saya punya cita-cita menonton konser. Lho?

Hehe. Iya, konsernya Sheila On 7, Payung Teduh, Mocca, atau MYMP. Pokoknya yang semacam itu dengan catatan konsernya indoor. Yap, indoor karena entah sejak kapan saya jadi suka parno kalo berada di kerumunan banyak orang di tempat terbuka yang manusia-manusianya tidak terkontrol dan bisa semaunya sendiri.
THEME BY RUMAH ES